Get the Flash Player to see this player.
 

KPAI : Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momentum Peningkatan Perlindungan Anak


kpai.go.id  |    Kamis, 22 Mei 2014

Hari Kebangkitan Nasional tanggal 20 Mei patut dijadikan momentum bersama melakukan perlindungan bagi anak anak.

Kesadaran orang tua akan hak anak perlu ditingkatkan dalam hal memahami kehidupan anak, tumbuh kembang anak, perlindungan anak dan partisipasi anak.

“Rumah seharusnya menjadi lingkungan di mana hak-hak anak terpenuhi secara utuh. Kejadian kekerasan justru terjadi di lingkungan terdekat anak, seperti di rumah dan di sekolah,” kata Laura Hukom, Direktur Advokasi Wahana Visi Indonesia, lembaga kemanusiaan yang fokus memperhatikan perlindungan anak di Jakarta, Rabu (31/5/2014).

 

Moment Kebangkitan Nasional Untuk Perempuan Indonesia


femaline.co  |    Kamis, 22 Mei 2014

Femaline.Co-Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh pada 20 Mei  2014 kemarin ternyata menjadi momentum untuk para perempuan Indonesia dalam merubah kondisi bangsa dari keterpururakan menjadi lebih baik di masa depan. Peran perempuan dalam perubahan sosial itu tercermin dari dua peristiwa yang patut untuk menjadi inspirasi dan semangat memotivasi perempuan dalam berkontribusi bagi bangsa dan negaranya. Diantaranya adalah:

 

Cegah Kekerasan pada Anak


Kompas  |    Kamis, 22 Mei 2014 - hal. 11

JAKARTA, KOMPAS - Kekerasan yang melanda anak-anak Indonesia seharusnya menjadi evaluasi betapa pentingnya memastikan sistem perlindungan anak dimulai dari keluarga dan negara berjalan dengan baik. Upaya pencegahan terjadinya kekerasan perlu terus didorong.

 

Kasus Kekerasan Anak Jangan Hanya Diselesaikan Secara Kekeluargaan


beritasatu.com  |    Rabu, 21 Mei 2014  19:16 WIB

Jakarta - Sebagai lembaga kemanusiaan yang berfokus pada hak-hak anak, Wahana Visi Indonesia kerap menerima laporan terkait kekerasan terhadap anak. Dari tahun 2013 hingga sekarang, lembaga yang memberikan pelayanannya di sembilan provinsi Indonesia ini telah melakukan pendampingan terhadap 25 kasus, dengan 17 kasus yang didampingi merupakan kasus kekerasan seksual.

 

Gerakan Perlindungan Anak Harus Dimulai dari Rumah


beritasatu.com  |   Rabu, 21 Mei 2014  18:42 WIB

Jakarta - Rumah seharusnya menjadi lingkungan tempat hak-hak anak terpenuhi secara utuh. Namun, pada kenyataannya, kebanyakan kasus kekerasan anak justru terjadi di lingkungan terdekat, seperti di rumah. Bahkan, ada beberapa budaya yang ikut mendukung terjadinya kekerasan pada anak dan menganggapnya sebagai suatu cara untuk mendidik.

 

Displaying 81 to 85 (of 224 records)Page: <<First  [<<]  ... 11  12  13  14  15  16  17  18  19  20 ...   [>>]  Last>> 

Condition of Use | Disclaimer
Wahana Visi Indonesia is a Christian humanitarian organization working to create lasting change in the lives of children, families and communities living in poverty. Wahana Visi is a partner of humanitarian organization World Vision Indonesia and implements most of World Vision's programs. Inspired by our Christian values, Wahana Visi is dedicated to working with the most vulnerable people. Wahana Visi serves all people regardless of religion, race, ethnicity or gender.
Registered in the Ministry of Justice and Human Rights No. AHU-AH.01.08-542
Act No. 27 Dated March 31, 2008
© Wahana Visi Indonesia. All rights reserved.
Best viewed with Mozilla Firefox 3.5
Facebook Fan PageFollow UsRSS