Get the Flash Player to see this player.
 

1.200 anak bakal hadiri Festival Anak Papua


antaranews.com    |   Rabu, 20 Agustus 2014  20:04 WIB

Jayapura (ANTARA News) - Sekitar 1.200 anak dari enam kabupaten/kota di Papua bakal menghadiri Festival Anak Papua 2014 di Gedung Olah Raga Cenderawasih, Kota Jayapura, Jumat (22/8).

Acara tersebut diprakarsai oleh Wahana Visi Indonesia regio Papua guna memperingati Hari Anak Nasional dengan tema "Sa Pintar, Sa Sehat, Sa Pangaruh Untuk Mewujudkan Papua Ramah Anak", kata Rina Wirodihardjo Gedy, Ketua Panitia Festival Anak Papua 2014 di Jayapura, Rabu.

'Tabungan Pohon', Cara Masyarakat Sumba Siapkan Dana Pendidikan


beritasatu.com    |   Sabtu, 16 Agustus 2014

Waingapu - Masyarakat di Sumba Timur mulai menyiapkan dana tabungan untuk anak-anak mereka melalui "tabungan pohon". Mereka menanam sejumlah jenis tumbuhan mahal yang kelak bisa dijual dan uangnya digunakan untuk biaya pendidikan.

Masyarakat secara bersama-sama menanam pohon mahoni, jati emas, gamalia, dan sukun di lahan desa, yang mereka sebut sebagai demonstration plot (demplot). Dan secara khusus, lahan demplot tersebut diberi nama "Utang Na Anamu", yang artinya hutan anakmu.

Education as a Long-Term Investment for Development


Jakarta Globe    |   Thursday, 14 August 2014

With a 4.4 billion population and growing economies, Asia is predicted to hold 51 percent of the global gross domestic product by 2050. This statement was released by the Asian Development Bank in its “Asia 2050: Realizing the Asian Century” report. The same report also predicted that Asia would be the world’s economic leader in the future with as many as 3 billion people enjoying the same standard of living as Europeans.

Of course, the prediction was followed by an “if,” as in if governments decide to invest in education.

Pohon-pohon Harapan di Haharu


Kompas    |   Kamis, 15 Agustus 2014

Sebagian besar tanaman gamalina dan mahoni berusia dua tahun di demplot itu terbakar. Api merambat dari area di luar pagar lahan percontohan itu.
 
"Sedih rasanya. Tanaman itu bisa dipanen 10-15 tahun lagi untuk memperbaiki rumah dan menyekolahkan anak," kata Andri Enda Lalapray (30), Ketua RT Dusun Panglina, Desa Napu, Kecamatan Haharu, Sumba Timur, NTT, Rabu (13/8). Di lokasi itu, setidaknya terdapat 34 demplot tanaman kayu.

Warga Mbatapulu Membuat Perdes Selamatkan Desa dari Kebakaran Padang Rumput


beritasatu.com    |   Kamis, 14 Agustus 2014

Waingapu - Masyarakat dan tokoh Desa Mbatapulu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisiatif membuat Peraturan Desa (Perdes) yang bertujuan untuk menyelamatkan desa dari kebakaran padang rumput.

Di NTT, kebakaran padang rumput kering yang dipicu oleh masyarakat yang ingin mempercepat pertumbuhan rumput pakan ternak.

"Sekarang kami mengerti bahwa proses pembakaran padang itu membuat pohon jadi ikut terbakar, hingga kondisi tanah di daerah kami menjadi semakin kering," ujar James Domolodo, salah seorang tokoh masyarakat di Mbatapulu kepada Beritasatu.com, Waingapu, Kamis (14/8).

Displaying 51 to 55 (of 225 records)Page: <<First  [<<]  ... 11  12  13  14  15  16  17  18  19  20 ...   [>>]  Last>> 

Condition of Use | Disclaimer
Wahana Visi Indonesia is a Christian humanitarian organization working to create lasting change in the lives of children, families and communities living in poverty. Wahana Visi is a partner of humanitarian organization World Vision Indonesia and implements most of World Vision's programs. Inspired by our Christian values, Wahana Visi is dedicated to working with the most vulnerable people. Wahana Visi serves all people regardless of religion, race, ethnicity or gender.
Registered in the Ministry of Justice and Human Rights No. AHU-AH.01.08-542
Act No. 27 Dated March 31, 2008
© Wahana Visi Indonesia. All rights reserved.
Best viewed with Mozilla Firefox 3.5
Facebook Fan PageFollow UsRSS