Get the Flash Player to see this player.
 

Pendekatan Sekolah Hijau Atasi Pendidikan di Perbatasan


tribunnews.com    |   Jumat, 05 September 2014   13:28 WIB

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pelayanan pendidikan yang berkualitas, terjangkau, dan mampu menjawab permasalahan sosial khususnya di wilayah perbatasan Indonesia masih jadi tantangan.

Pendekatan Sekolah Hijau di Kabupaten Sambas Kalimantan Barat yang diinisiasi Wahana Visi Indonesia-Pemkab Sambas menjadi salah satu alternatif mengatasi tantangan itu.

Konsep Sekolah Hijau yang diadopsi oleh tiga sekolah dasar, yakni  SDN 07 Sasak, SDN 01 Aruk dan SDN 03 Sajingan  sejak tahun 2011, kini  sudah menghasilkan perubahan positif di lingkungan sekolah.

Program Sekolah Hijau Siswa SD Perbatasan Sambas


antarakalbar.com    |   Rabu, 03 September 2014   17:19 WIB

 

Pontianak (Antara Kalbar) - Pemerintah Kabupaten Sambas sejak tahun 2011 bersama Wahana Visi Indonesia telah mengembangkan program Sekolah Hijau di daerah perbatasan yang memberikan dampak positif bagi kreativitas dan kualitas siswa.

Menurut Regional Operation Manager Wahana Visi Indonesia Provinsi Kalbar Irene Marbun saat dihubungi di Pontianak, Rabu, untuk mendokumentasikan keberhasilan dari program tersebut, akan diluncurkan buku "Tumbuh di Batas Negeri".

Peluncuran buku tersebut dilakukan di SDN 07 Sasak, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas pada Kamis (4/9).

 

Tak Cuma Picu Diare, Sanitasi Buruk Juga Picu Penyakit Kulit dan Cacingan


health.detik.com    |   Selasa, 2 September 2014  18:00 WIB

Jakarta, Sanitasi yang buruk memang identik dengan munculnya risiko diare, baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Namun waspada, tak menjaga kebersihan lingkungan dengan baik juga bisa menimbulkan penyakit lain seperti penyakit kulit dan cacingan.

"Selain diare, beberapa penyakit lain yang mungkin muncul yaitu penyakit kulit. Misalnya ada banyak sampah, limbah, kemudian anak-anak bermain dan mandi di sana, logikanya ya tentu bisa merusak kondisi kesehatan kulit," ungkap dr Candra Wijaya, Health Team Leader World Vision Indonesia.

"Utan Na Anamu", Tabungan Anakmu


Kompas    |   Senin, 25 Agustus 2014

Menjelang mendarat di Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Sumba Timur, pertengahan Agustus 2014, penumpang disuguhi pemandangan hamparan bukit dan savana kering. Hijauan pohon hanya tampak di parit-parit perbukitan. Tidak heran jika sebagian orang menyebut, semacam itulah kawasan batu bertanah. Namun, tak semuanya begitu. 

Pemerintah Kota Pontianak Dukung Kampanye ASI Eksklusif


health.okezone.com    |   Thursday, 21 August 2014  18:10 WIB

CAKUPAN ASI eksklusif di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, terus mengalami peningkatan. Bahkan, pada tahun 2013, jumlahnya telah mencapai 73 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Pontianak, drg. Multi Juto Batarendro, mengatakan bahwa kotanya sudah berkomitmen untuk terus meningkatkan cakupan pemberian ASI yang harus di atas target nasional, yaitu 80 persen.

Displaying 46 to 50 (of 227 records)Page: <<First  [<<]   1  2  3  4  5  6  7  8  9  10 ...   [>>]  Last>> 

Condition of Use | Disclaimer
Wahana Visi Indonesia is a Christian humanitarian organization working to create lasting change in the lives of children, families and communities living in poverty. Wahana Visi is a partner of humanitarian organization World Vision Indonesia and implements most of World Vision's programs. Inspired by our Christian values, Wahana Visi is dedicated to working with the most vulnerable people. Wahana Visi serves all people regardless of religion, race, ethnicity or gender.
Registered in the Ministry of Justice and Human Rights No. AHU-AH.01.08-542
Act No. 27 Dated March 31, 2008
© Wahana Visi Indonesia. All rights reserved.
Best viewed with Mozilla Firefox 3.5
Facebook Fan PageFollow UsRSS