Get the Flash Player to see this player.
 

Pendidikan Kontekstual Dikembangkan


Kompas    |   Kamis, 11 September 2014

JAKARTA, KOMPAS - Pendidikan kontekstual mampu meningkatkan layanan pendidikan yang menyenangkan bagi siswa. Hal itu karena pendidikan kontekstual menjadikan pendidikan bermakna yang bisa menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
 
"Pendidikan kontekstual berupaya menciptakan ruang pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Anak-anak tidak tercerabut dari realitas yang ada dalam kehidupannya," papar David Ola Kia, Pemimpin Tim Pendidikan Wahana Visi Indonesia (WVI), di Jakarta, Rabu (10/9).

Cerita Anak Sambas


Femina    |   12-19 September 2014

Awan mendung menggelayut di langit Sambas pagi itu. Hari itu, saya bersama teman-teman WVI akan mengunjungi anak-anak sekolah dasar Sasak, di kecamatan Sajingan Besar, Sambas, Kalimantan Barat. Sajingan Besar merupakan kecamatan terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia.

Dari Pontianak memakan waktu tempuh 8 jam melalui darat. Daerahnya terpencil, dengan minimnya transportasi, jalanan penuh lubang, dan krisis air bersih. Namun, di tengah keterbatasan, ada hal lain yang membanggakan, salah satu SD binaan WVI berhasil menjadi pemenang MDG's Award bidang pendidikan kategori Organisasi Masyarakat. Apa kehebatannya?

Bangun Sikap Preventif dari Rumah


Jawa Pos    |   Senin, 08 September 2014

Kasus kekerasan pada anak sebenarnya dapat ditekan dengan upaya preventif yang diawali dari rumah. Hal itu dikatakan Direktur Advokasi World Vision Indonesia Laura Hukom dalam menyikapi maraknya tindak penganiayaan anak belakangan ini.
 
Menurut dia, tindak kekerasan terhadap anak lebih berpotensi dilakukan orang-orang dekat. Saat kecil, anak mungkin belum mengetahui bagaimana cara melindungi dirinya sendiri. Saat itulah orang tua yang harus membuat lingkungan si anak menjadi aman.

Sosialisasi UU Perlindungan Anak di Car Free Day


id.berita.yahoo.com    |   Senin, 08 September 2014

(Antara) - Maraknya kasus kekerasan terhadap anak saat ini, membuat Wahana Visi, mitra World Vision Indonesia bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, mengampanyekan upaya perlindungan anak. Sosialisasi pentingnya perlindungan anak dilakukan bersamaan dengan kegiatan hari bebas kendaraan atau Car Free Day di Bundara Hotel Indonesia kemarin.

Ratusan Balon Gas Dilepas ke Udara Sebagai Simbol Empat Hak Dasar Anak


tribunnews.com    |   Minggu, 07 September 2014   12:43

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Wahyu Hartomo melepaskan empat Dasar Hak Anak ke Udara.

Kempat hak dasar itu diibaratkan dengan ratusan balon yang diikat menjadi empat bagian dan bertuliskan hak hidup, hak tumbuh kembang, hak partisipasi, dan hak perlindungan.

 

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini kian terkuak baik di Jakarta maupun di berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada 2014 terjadi 342 kasus kekerasan terhadap anak di Jakarta, separuhnya terkait dengan kekerasan seksual.

Seperti diketahui, 30 persen dari penduduk Indonesia adalah anak-anak yang jumlahnya sekitar 82.500.000 jiwa.

- See more at: http://rakyatsulsel.com/58-persen-kekerasan-terhadap-anak-merupakan-kejahatan-seksual.html#sthash.dMp7HAEK.dpuf

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Kasus kekerasan terhadap anak akhir-akhir ini kian terkuak baik di Jakarta maupun di berbagai pelosok daerah di Indonesia.

Berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), pada 2014 terjadi 342 kasus kekerasan terhadap anak di Jakarta, separuhnya terkait dengan kekerasan seksual.

Seperti diketahui, 30 persen dari penduduk Indonesia adalah anak-anak yang jumlahnya sekitar 82.500.000 jiwa.

- See more at: http://rakyatsulsel.com/58-persen-kekerasan-terhadap-anak-merupakan-kejahatan-seksual.html#sthash.dMp7HAEK.dpuf

Displaying 1 to 5 (of 201 records)Page:  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10 ...   [>>]  Last>> 

Condition of Use | Disclaimer
Wahana Visi Indonesia is a Christian humanitarian organization working to create lasting change in the lives of children, families and communities living in poverty. Wahana Visi is a partner of humanitarian organization World Vision Indonesia and implements most of World Vision's programs. Inspired by our Christian values, Wahana Visi is dedicated to working with the most vulnerable people. Wahana Visi serves all people regardless of religion, race, ethnicity or gender.
Registered in the Ministry of Justice and Human Rights No. AHU-AH.01.08-542
Act No. 27 Dated March 31, 2008
© Wahana Visi Indonesia. All rights reserved.
Best viewed with Mozilla Firefox 3.5
Facebook Fan PageFollow UsRSS