Get the Flash Player to see this player.
 

The Importance of Paper Trails


Jakarta Globe    |   Thursday, 4 December 2014

Last year, my 9-year-old son Shaleem painted a picture about the rights of the child for a school project.
I was surprised. He divided the frame into two halves. The first half depicted a child with a happy face, wearing good clothes, playing and having fun in a park. The other half of the frame showed a child with an unhappy face, wearing torn clothes and working under the hot sun. When I asked him why he painted this, he explained that every day on his way to school here in Phnom Penh, Cambodia, he sees other children who are working. "Do they not have rights to go to school, to play and to have fun?" he asked me.

Menuai Mimpi dari Benak Anak-anak Nias


Majalah Femina    |   Desember 2014

"Ya'ahowu", sapaan hangat khas suku Nias itu menyambut kedatangan kami ketika sampai di kantor cabang Wahana Visi Indonesia (WVI) di Gunung Sitoli, Nias yang mulai beroperasi sejak pascagempa di tahun 2005. Itulah sapaan hangat dalam bahasa Nias yang berarti 'salam'.
 
"Masyarakat Nias kini memberi perhatian lebih kepada pemenuhan hak anak yang sebelumnya terabaikan," kata Manajer Operasional Nias WVI, Portunatas B. Tamba. Selama tiga hari, redaktur femina Desiyusman Mendrofa berkesempatan untuk melihat semangat anak-anak Nias untuk mengasah kemampuan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

Forum Anak Wujudkan Hak Partisipasi Anak


Koran Anak Berani    |   1-7 Desember 2014

Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia, bangsa, dan negara. Pada 20 November 1989, Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Konvensi Hak Anak (KHA) yang ditandatangani oleh 194 negara di dunia. KHA mengatur hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan kultural anak-anak di dunia.

Teater Anak Refleksikan Tema SR XVI PGI


satuharapan.com    |   Rabu, 12 November 2014

GUNUNGSITOLI, SATUHARAPAN.COM – Teater Forani (Forum Anak Nias) merefleksikan tema Sidang Raya XVI PGI dalam bentuk pementasan. Mereka lakukan di panggung seni, Rabu (12/11).

Rainy Hutabarat, staf peneliti pada Yayasan Komunikasi Masyarakat (Yakoma) PGI menuliskannya untuk satuharapan.com. Ia mengatakan ini karena prihatin jemaat anak dan remaja kurang dilibatkan dalam menggali tema-tema gerejawi-oikoumenis. Berikut tulisan penulis produktif di berbagai media nasional ini.

Adakah ruang bagi anak-anak dan remaja dalam merefleksikan tema-tema pertemuan oikoumenis nasional?

Peringati 25 Tahun Konvensi Hak Anak, WVI Cluster Jayawijaya Gelar OASE


tabloidjubi.com    |   Rabu, 5 November 2014

Wamena, Jubi - Memperingati 25 tahun disahkannya Konvensi Hak Anak, Wahana Visi (WVI) Indonesia cluster Jayawijaya menggelar Outbond Antar Sekolah (OASE), yang diikuti sekitar 200-an anak dari berbagai sekolah dasar di Jayawijaya.

Team leader program pendidikan WVI cluster Jayawijaya, Frida A. Siregar menjelaskan, dengan peringatan 25 tahun disahkannya konvensi hak anak WVI cluster Jayawijaya memberikan wadah bagi 200 lebih anak untuk berpartisipasi dan menyuarakan pendapatnya kepada SKPD terkait di Kabupaten Jayawijaya.

Displaying 1 to 5 (of 216 records)Page:  1  2  3  4  5  6  7  8  9  10 ...   [>>]  Last>> 

Condition of Use | Disclaimer
Wahana Visi Indonesia is a Christian humanitarian organization working to create lasting change in the lives of children, families and communities living in poverty. Wahana Visi is a partner of humanitarian organization World Vision Indonesia and implements most of World Vision's programs. Inspired by our Christian values, Wahana Visi is dedicated to working with the most vulnerable people. Wahana Visi serves all people regardless of religion, race, ethnicity or gender.
Registered in the Ministry of Justice and Human Rights No. AHU-AH.01.08-542
Act No. 27 Dated March 31, 2008
© Wahana Visi Indonesia. All rights reserved.
Best viewed with Mozilla Firefox 3.5
Facebook Fan PageFollow UsRSS