Get the Flash Player to see this player.
 

Pembelajaran menarik mengenai upaya pemberdayaan masyarakat dalam memenuhi gizi anak saat kondisi bencana telah diluncurkan di Jakarta, Selasa, 24 September 2013. Buku berjudul Pemberian Makanan pada Bayi dan Anak (PMBA) dalam Situasi Bencana ini disusun dan diterbitkan oleh Wahana Visi Indonesia, mitra World Vision. Selain merangkum hasil pembelajaran saat banjir Jakarta 2013, buku ini pun memuat langkah-langkah yang perlu diambil dalam tiga tahap, yaitu: sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana, dan setelah terjadi bencana. Hal ini berarti, upaya pemenuhan gizi anak merupakan satu hal yang perlu diperjuangkan setiap saat.

"Buku ini lahir bukan dari kebutuhan Wahana Visi Indonesia, melainkan merupakan milik bersama. Sejak awal, isi pembelajaran dikembangkan oleh tim di Wahana Visi bersama-sama dengan masyarakat. Panduan yang ada di dalamnya tidak hanya bermanfaat saat bencana karena ada tahap-tahap lain sebelum dan setelah bencana yang perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya tanggap bencana," jelas dr. Candra Wijaya, Health Team Coordinator World Vision Indonesia saat peluncuran buku di Hotel Balairung, Jakarta.

Yosellina Xu, Maternal Child Health Nutrition Specialist World Vision Indonesia, menyatakan bahwa saat banjir melanda Jakarta awal tahun 2013, banyak bantuan yang diberikan kepada para pengungsi. Namun sangat sedikit yang memerhatikan kebutuhan bayi dan balita di bawah usia dua tahun. Standar emas makanan bayi, yaitu ASI, mungkin saja tidak tercukupi akibat kondisi psikologis dan fisik ibu yang kelelahan. Begitu juga dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang belum tentu tersedia akibat tidak adanya fasilitas pengolahan (alat masak) yang bersih dan mudah didapat. Oleh karenanya, saat itu, Wahana Visi bersama para kader Posyandu bekerja sama menyediakan MP-ASI bagi bayi-bayi di posko pengungsi.

Di luar konteks banjir, sebagai organisasi kemanusiaan Kristen yang fokus pada anak, Wahana Visi telah melakukan berbagai upaya perbaikan gizi pada anak dalam program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan selama ini. Sejak tahun 2008, Wahana Visi semakin meningkatkan program perbaikan gizi melalui beberapa kegiatan khusus, antara lain melalui pembuatan Pos Gizi, penguatan kapasitas kader masyarakat, pembentukan Pos Ibu Hamil, serta Revitalisasi Posyandu.

Pasalnya, kualitas gizi anak pada Seribu Hari Pertamanya akan menentukan kualitas kesehatannya seumur hidup. Seribu hari pertama anak terhitung sejak dia di dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Pada usia itulah perbaikan gizi sangat dibutuhkan. Setelah usianya melewati dua tahun, kerusakan otak yang disebabkan karena kekurangan gizi tidak lagi bisa diperbaiki. Jendela kesempatan ini sangat sempit sehingga kita semua berpacu dengan waktu dalam upaya memastikan perbaikan dan kecukupan gizinya.

Hal senada ditegaskan oleh Titin Hartini, staf bagian Konsumsi Makanan Direktorat Gizi Kementerian Kesehatan yang mengelola program-program PMBA. Beliau menyatakan bahwa gizi anak sejak dalam kandungan sangat penting, hal ini tidak lepas dari kecukupan gizi ibu. Jika gizi ibu sendiri masih kurang, bagaimana mungkin gizi bayi tercukupi?

"Masalah gizi bukan hanya masalah pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab semua kalangan untuk turut memperjuangkannya. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wahana Visi atas terobosan yang sangat positif selama ini. Mengenai buku PMBA dalam bencana, kami juga ingin menegaskan bahwa saat terjadi bencana, pemberian susu formula di posko-posko pengungsi tidak diizinkan, kecuali sudah melalui perjanjian dengan dinas terkait. Kalaupun diizinkan, pemberian susu formula harus dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan standar air bersih dan peralatan yang higienis," lanjut Titin Hartini.

Banjir yang sering melanda Jakarta menjadi salah satu bagian pembelajaran Wahana Visi dalam mengimplementasikan program PMBA dengan menggerakkan pihak-pihak yang terkait untuk meningkatkan kerja sama, termasuk menjadi sumber inspirasi dan motivasi pengembangan buku Pemberian Makanan Bayi dan Anak dalam situasi bencana ini.

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi mereka yang menggunakannya, dan di atas segalanya semoga anak Indonesia tumbuh lebih sehat, kuat, dan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kapasitas mereka.

Buku PMBA Dalam Bencana dapat diunduh di bawah ini untuk kepentingan non komersil.

 

Download PDF

Condition of Use | Disclaimer
Wahana Visi Indonesia is a Christian humanitarian organization working to create lasting change in the lives of children, families and communities living in poverty. Wahana Visi is a partner of humanitarian organization World Vision Indonesia and implements most of World Vision's programs. Inspired by our Christian values, Wahana Visi is dedicated to working with the most vulnerable people. Wahana Visi serves all people regardless of religion, race, ethnicity or gender.
Registered in the Ministry of Justice and Human Rights No. AHU-AH.01.08-542
Act No. 27 Dated March 31, 2008
© Wahana Visi Indonesia. All rights reserved.
Best viewed with Mozilla Firefox 3.5
Facebook Fan PageFollow UsRSS